Loading page...
Setelah sitemap, metadata, dan structured data selesai, website perlu dipantau secara berkala. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada halaman yang gagal diindeks, link yang bermasalah, atau performa yang menurun.
Buka Google Search Console, lalu pilih properti:
erlanggaht.com
Menu yang perlu diperiksa:
Jika menemukan error, klik jenis error tersebut untuk melihat URL yang bermasalah. Setelah memperbaikinya, klik Validate Fix.
Gunakan PageSpeed Insights dan periksa halaman utama:
https://erlanggaht.com/
https://erlanggaht.com/about
https://erlanggaht.com/work
https://erlanggaht.com/blog
Perhatikan beberapa bagian berikut:
Metrik penting:
Di Google Search Console, buka:
Indexing → Pages
Periksa bagian:
Untuk mengecek URL tertentu, gunakan kolom Inspect any URL. Masukkan URL lengkap, lalu klik Test live URL.
Jika halaman sudah bisa diakses Google tetapi belum masuk indeks, klik Request indexing. Proses ini hanya mengirim permintaan kepada Google dan tidak menjamin halaman langsung muncul di hasil pencarian.
Di PageSpeed Insights, jalankan pemeriksaan menggunakan mode:
Mobile biasanya memiliki skor lebih rendah karena perangkat dan koneksi internet lebih terbatas. Pastikan layout tidak menyebabkan horizontal scroll, teks tetap terbaca, dan gambar tidak terlalu besar.
next/imageimport Image from 'next/image';
export default function ProfileImage() {
return (
<Image
src="/images/pf-about.webp"
alt="Erlangga Hidayatullah"
width={800}
height={800}
sizes="(max-width: 768px) 100vw, 50vw"
priority
/>
);
}
Gunakan priority hanya untuk gambar utama. Gambar lain dapat menggunakan lazy loading:
<Image
src={article.coverImage}
alt={article.title}
width={1200}
height={630}
loading="lazy"
sizes="(max-width: 768px) 100vw, 800px"
className="object-cover"
/>
Buat file loading.tsx di dalam folder halaman.
export default function Loading() {
return (
<main className="mx-auto max-w-7xl animate-pulse px-6 py-16">
<div className="h-10 w-56 bg-neutral-200 dark:bg-neutral-800" />
<div className="mt-8 h-64 bg-neutral-200 dark:bg-neutral-800" />
</main>
);
}
Buat file app/not-found.tsx agar pengguna tidak berhenti di halaman error kosong.
import Link from 'next/link';
export default function NotFound() {
return (
<main className="grid min-h-screen place-items-center text-center">
<div>
<h1 className="text-4xl font-bold">Halaman tidak ditemukan</h1>
<Link href="/" className="mt-6 inline-block underline">
Kembali ke Home
</Link>
</div>
</main>
);
}
robots.tsimport type { MetadataRoute } from 'next';
export default function robots(): MetadataRoute.Robots {
return {
rules: {
userAgent: '*',
allow: '/',
disallow: ['/admin', '/xz933k-panel'],
},
sitemap: 'https://erlanggaht.com/sitemap.xml',
};
}
import type { MetadataRoute } from 'next';
export default async function sitemap(): Promise<MetadataRoute.Sitemap> {
const articles = await getAllArticles();
return articles.map((article) => ({
url: `https://erlanggaht.com/blog/${article.slug}`,
lastModified: new Date(article.createdAt),
changeFrequency: 'monthly',
priority: 0.7,
}));
}
Setelah mengubah kode SEO, lakukan deploy terlebih dahulu sebelum mengecek ulang menggunakan Google Search Console atau PageSpeed Insights.
Monitoring membantu memastikan SEO website tetap sehat setelah dipublikasikan. Google Search Console digunakan untuk memantau indexing dan error, sedangkan PageSpeed Insights digunakan untuk memeriksa performa dan pengalaman pengguna.
Artikel Terkait:
SEO Next.js #1: Crawling dan Indexing SEO Next.js #2: Optimasi Metadata dan Structured Data